Minggu, 05 Mei 2013

 
WARA : Ketika kita memiliki teman, maka bukan berarti kita pasti akan selalu bersamanya. Ada masa-masa kita harus pindah, mengambil kesempatan, melanjutkan sekolah, pekerjaan. Tetapi juga bukan berarti kalau sudah berpisah, maka selesai begitu saja.

Itulah gunanya persahabatan yang sejati, teman lama selalu menjadi teman, atau malah lebih spesial saat bertemu kembali, menjalin kontak kembali. Hei, jika HP, laptop, komputer, mengasyikkan kalau punya yang baru, tapi teman, semakin lama, semakin mengasyikkan.

Selalu begitu.
 
AVI : pertemanan itu gaada yang abadi, tidak juga selalu bersama, ataupun berkumpul setiap minggunya. tidak hanya pacaran saja, pertemanan juga butuh komunikasi. rasa bahagia muncul itu seharusnya saat teman mengirim berita dan bertanya "Hei apakabar?"ibarat BBM kalo di chatt cuma R doang
betapa bahagianya dulu saat punya handphone monoponic, dimna baru mengenal kamera dan selalu mengabadikan setiap moment. disetiap tempat punya pose tersendiri dan cerita tersendiri.punya tempat tongkrongan tersendiri dan sebagusnya alat transportasi yang dimiliki orangtua masing2 kita lebih memilih jalan kaki.
semakin canggih media semakin jauh juga rasanya pertemanan. mungkin kalo bisa memilih ingin kembali ke jaman perangko dimana rasa rindu itu tercurahkan murni. kembali ke masa sepeda dimana di akhir pekan punya waktu untuk ceria bersama, bukan seperti ini yang terkesan lebih mementingkan urusan pribadi sebagai peran utama. cukup renungan buat sahabat - sahabat semua, memang gaada yang sempurna. tapi kesadaran masing2 saat ini yang dibutuhkan. 
 
UTARI : Seorang sahabat akan tahu apa yang ingin kau katakan, meski kau tidak mengucapkannya Memahami perasaanmu, meski kau sendiri tak bisa memahaminya Akan selalu memaafkanmu, sebelum kau sendiri bisa memaafkan dirimu Seorang sahabat akan selalu percaya padamu saat orang-orang lain tidak mempercayaimu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar